AHLI MATEMATIKACinta adalah suatu situasi dimana 1+1 bisa sama dengan 3, 4, 5 dan seterusnya...
AHLI FISIKACinta adalah gaya tarik menarik antara dua manusia berlainan jenis (cowok & cewek) yang besarnya berbanding lurus dengan berat badan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak rumah keduanya.
AHLI KIMIACinta terbentuk dari beberapa unsur yaitu P (Pandangan), Se (Senyuman), Li (Lirikan), Be (Belaian), Ra (Rayuan & Rabaan), Cu (ciuman), K (Kecupan) yang kalau direaksikan dalam ruangan yang remang-remang bisa menimbulkan ledakan dahsyat.
AHLI KEPENDUDUKANCinta adalah penyebab ledakan penduduk (yang lebih dahsyat dibandingkan ledakan nuklir).
AHLI OLAHRAGACinta harus didahului dengan warming up, supaya tidak terkilir.
AHLI MAKANANCinta adalah suatu situasi yang bisa membuat tai kucing serasa coklat.
Kakek Pelit
Kakek Pelit
Suatu hari seorang kakek sedang mengajak cucunya liburan. Walaupun si kakek sangat sayang kepada cucunya, namun si kakek tergolong sangat pelit. ketika melihat permainan terbang dengan helikopter, si cucu merengek rengek untuk naik helikopter tersebut. si kakek pun bertanya kepada si pilot:
Kakek : "Berapa harga naik satu putaran?"
Pilot : "$100, tapi jika dalam perbangan nanti anda tidak berkata sepatah katapun, saya akan kembalikan $100 anda dan anda mendapatkan $500 sebagai bonus."
Mendengar pernyataan si pilot, si kakek pun menjadi tertarik dan mulailah mereka terbang jungkir balik. Si pilot sangat heran karena dalam penerbangan tidak ada sepatah katapun terdengar dari si kakek.
Sesampainya di darat si pilot mendekati si kakek dan memberikan $100 + $500 bonus kepada si kakek, "Saya benar-benar salut kepada anda karena anda tidak bicara sepatah katapun dalam penerbangan", kata si pilot. "Sebenarnya saya mau bilang dari tadi, namun kerena takut harus bayar $100 jadi saya diam saja.", jawab si kakek. "Anda mau bilang apa tadi?", tanya si pilot. "Cucu saya terjatuh saat terbang."
Suatu hari seorang kakek sedang mengajak cucunya liburan. Walaupun si kakek sangat sayang kepada cucunya, namun si kakek tergolong sangat pelit. ketika melihat permainan terbang dengan helikopter, si cucu merengek rengek untuk naik helikopter tersebut. si kakek pun bertanya kepada si pilot:
Kakek : "Berapa harga naik satu putaran?"
Pilot : "$100, tapi jika dalam perbangan nanti anda tidak berkata sepatah katapun, saya akan kembalikan $100 anda dan anda mendapatkan $500 sebagai bonus."
Mendengar pernyataan si pilot, si kakek pun menjadi tertarik dan mulailah mereka terbang jungkir balik. Si pilot sangat heran karena dalam penerbangan tidak ada sepatah katapun terdengar dari si kakek.
Sesampainya di darat si pilot mendekati si kakek dan memberikan $100 + $500 bonus kepada si kakek, "Saya benar-benar salut kepada anda karena anda tidak bicara sepatah katapun dalam penerbangan", kata si pilot. "Sebenarnya saya mau bilang dari tadi, namun kerena takut harus bayar $100 jadi saya diam saja.", jawab si kakek. "Anda mau bilang apa tadi?", tanya si pilot. "Cucu saya terjatuh saat terbang."
Nenek Jahat mendaki gunung 806
Ketika sedang mendaki gunung, Hamidi bertemu dengan nenek-nenek yang berjalan mondar-mandir di bibir jurang sambil mengatakan "806.. 806.. 806.." tanpa henti dan terus melihat ke dasar jurang. Dengan penasaran, Hamidi bertanya pada si nenek, "Ada apa nek? dari tadi saya dengar nenek selalu bicara angka 806, emangnya ada apa dengan angka itu???". Tetapi si nenek terus mengatakan 806.. 806.. tanpa menghiraukan Hamidi... Dengan penasarannya Hamidi mendekat dan mengulangi pertanyaannya, tapi si nenek tetap cuek dengan 806nya dan terus melihat ke dasar jurang. Dengan penasaran Hamidi lebih mendekati si nenek dan ikut melihat kedasar jurang. Dengan tenangnya si nenek mendorong Hamidi kedasar jurang, lalu berkata, "807... 807... 807...".
Ibu selingkuh dengan Sopir
Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain
orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.
Hari pertama, dia nelepon temannya :
"Rin, gue udah tau semuanya !"
"Hah.." Suara disana terdengar lemas."Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue
jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan
bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang.
"Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping
kakaknya yang lagi tiduran.
"Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa." Dewa langsung bangun,
mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.
"Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi
jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"
"BEres. "
Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang
kerja.
"Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek
"Pah, Ita mau ngomong."
"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."
"Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak PApanya celingukan, mengeluarkan
HP dan menelepon seseorang
"Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah
bilang Mama soal si Ijah."
Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi
pembantunya si Ijah
Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun
Diluar,
Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya.
Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi
bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.
"Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau
semuanya."
Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.
"Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !"
orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.
Hari pertama, dia nelepon temannya :
"Rin, gue udah tau semuanya !"
"Hah.." Suara disana terdengar lemas."Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue
jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan
bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang.
"Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping
kakaknya yang lagi tiduran.
"Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa." Dewa langsung bangun,
mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.
"Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi
jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"
"BEres. "
Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang
kerja.
"Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek
"Pah, Ita mau ngomong."
"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."
"Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak PApanya celingukan, mengeluarkan
HP dan menelepon seseorang
"Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah
bilang Mama soal si Ijah."
Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi
pembantunya si Ijah
Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun
Diluar,
Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya.
Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi
bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.
"Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau
semuanya."
Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.
"Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !"
Subscribe to:
Posts (Atom)